SAP Manajemen Laktasi
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)
MANAJEMEN
LAKTASI

DOSEN
PEMBIMBING :
DWI
WAHYUNINGTYAS, S.ST ., M.
DISUSUN
OLEH
KELOMPOK 5 :
Ary
Budianto (16142010052)
Choirul
Anam (16142010054)
Juheri
Effendi (16142010064)
Karmila (16142010065)
Mila
Purnamasari (16142010068)
Yuliani
Firdaus (16142010087)
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDIA HUSADA MADURA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik :
Manajemen Laktasi
Sasaran : Ibu menyusui yang baru melahirkan
di kelurahan Kraton
Tempat : Gedung B Kampus Ngudia Husada
Madura
Hari/Tanggal : 20 November 2017
Waktu : 40 Menit / 09.00 – 09.40
Penyuluh : Mahasiswa S1 Keperawatan Ngudia
Husada Madura
I.
Tujuan
Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta
memahami tentang manajemen laktasi
II.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah mengikuti
penyuluhan diharapkan peserta mampu :
1.
Menjelaskan tentang manajemen laktasi
2.
Menjelaskan manfaat laktasi
3.
Menjelaskan tentang praktek menyusui
yang benar
4.
Menjelaskan keterampilan produksi ASI
5.
Menjelaskan teknik menyusui
6.
Menjelaskan kebersihan menyusui
III.
Metode
1.
Ceramah
2.
Diskusi
3.
Demonstasi
IV.
Media
1.
Leaflet
2.
Flipchart
V.
Kegiatan
Penyuluhan
|
No
|
Waktu
|
Tahap
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Kegiatan
Peserta
|
|
1
|
3
menit
|
Pembukaan
|
Ø Membuka
kegiatan dengan mengucapkan salam.
Ø Memperkenalkan
diri
Ø Menjelaskan
tujuan dari penyuluhan dan kontrak waktu
Ø Menyebutkan
materi penyuluhan yang akan diberikan
Ø Menggali
pengetahuan audience
|
Ø Menjawab
salam
Ø Mendengarkan
Ø Memperhatikan
Ø Memperhatikan
Ø Memperhatikan
|
|
2
|
15 Menit
|
Pelaksanaan
|
Ø Menjelaskan
tentang pengertian manajemen laktasi
Ø Menjelaskan
manfaat laktasi
Ø Menjelaskan
tentang praktek menyusui yang benar
Ø Menjelaskan
tentang keterampilan produksi ASI
Ø Menjelaskan
tentang teknik menyusui
Ø Menjelaskan
tentang kebersihan menyusui
Ø Mendemostrasikan
manajemen laktasi
|
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mendengarkan
dan memperhatikan
Ø Mengikuti
demonstasi manajemen laktasi
|
|
3
|
10
menit
|
Evaluasi
|
Ø Memberi
kesempatan kepada audience untuk bertanya
Ø Menanyakan
pada peserta materi yang diberikan dan reinforcement kepada pasien bila dapat
menjawab & menjelaskan kembali pertanyaan/materi
|
Ø Menjawab
dan menjelaskan pertanyaan yang diajukan penyaji
|
|
4
|
2
menit
|
Penutup
|
Ø Mengucapkan
terimakasih kepada audience
Ø Mengucapkan
salam
|
Ø Mendengarkan
dan membalas salam
|
VI.
Kriteria
Evaluasi
1.
Kriteria struktur :
a. Kesiapan
materi SAP
b. Kesiapan
media untuk SAP : Leaflet dan Flipchart
c. Peserta
hadir di tempat penyuluhan tempat waktu
d. Penyelenggaraan
penyuluhan dilaksanakan di Gedung B Ngudia Husada Madura
e. Pengorganisasian
penyelenggaraan penyuluhan dilakukan satu minggu sebelum pelaksanaan penyuluhan
2.
Kriteria Proses
a. Peserta
antusias terhadap materi penyuluhan
b. Peserts
mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
c. Peserta
tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
d. Jalannya
penyuluhan terfasilitasi dengan baik
e. Dapat
menjalankan perannya sesuai dengan tugas
3.
Kriteria Hasil
a. Kegiatan
penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
b. Peserta
dapat memahami :
1) Pengertian
manajemen laktasi
2) Praktek
menyusui yang benar
3) Keterampilan
produksi ASI
4) Teknik
menyusui
5) Kebersihan
menyusui
MATERI PENYULUHAN
MANAJEMEN LAKTASI
1.
Manajemen Laktasi
Manajemen Laktasi adalah segala daya upaya yang
dilakukan untuk membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya.
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai
proses bayi mengisap dan menelan ASI.
2.
Manfaat Laktasi
a. Mencegah terjadi aspirasi/ tersedak
pada bayi
b. Mencegah ASI masuk kedalam paru-paru
c. Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang
adekuat
3.
Praktek
Menyusui Yang Benar
a. The
cradle (Posisi Mendekap). Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru
lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk
posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling
bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya
pada siku Anda.
b. The
cross cradle hold (Posisi Mendekap Silang). Satu lengan mendukung tubuh
bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda
akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus
untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
c. The
football hold (Posisi Pencengkram/Sepakbola). Caranya, pegang bayi di
samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan
Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik
untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan
payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
d. Saddle
hold (Posisi Duduk). Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui
dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek
atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi
Anda sendiri.
e. The
lying position (Posisi Berbaring). Menyusui dengan berbaring akan memberi
Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak
pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala
bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Ibu.
4.
Teknik
Menyusui
Teknik
menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan
perlekatan dan posisi ibu dan bayi
dengan benar (Perinasia, 1994). Teknik menyusui perlu diperhatikan, karena
sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahankan menyusui dan memperbanyak
produksi ASI.
a.
Posisi Ibu menyusui :
1)
Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu
pakailah kursi yang ada sandaran punggung dan lengan.
2)
Gunakan bantal untuk mengganjal bayi, agar jarak bayi
tidak terlalu jauh dari payudara.
b.
Memasukkan puting susu
1)
Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan,
letakkanlah kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kanan, badan bayi
menghadap ke badan ibu.
2)
Lengan kiri bayi diletakkan diseputar pinggang ibu,
tangan kanan ibu memegang pantat/paha kanan bayi.
3)
Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari
tangan kiri dibawahnya, dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak diatas bagian yang
berwarna hitam (aerola mamae).
4)
Sentuhlah mulut bayi dengan puting susu.
5)
Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar.
6)
Masukkan puting susu secepatnya ke dalam mulut sampai
daerah berwarna hitam.
c.
Melepaskan hisapan bayi
Setelah selesai menyusui bayi selama
10 menit, lepaskanlah iapan bayi dengan cara:
1)
Masukkanjari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut
bayi atau dengan menekan dagu bayi ke bawah.
2)
Jangan menarik puting susu untuk melepaskannya.
d.
Menyendawakan bayi
1)
Sandarkan bayi di pundak ibu, tepuklah punggungnya
dengan pelan sampai keluar sendawa
2)
Bayi ditelungkupkan di pangkuan ibu, sambil digosok
punggungnya.
e.
Tanda-tanda menyusui yang benar
1)
Bayi cukup tenang
2)
Mulut bayi terbuka lebar
3)
Bayi menempel betul pada ibu
4)
Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
5)
Seluruh aerola tertutup mulut bayi
6)
Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
7)
Puting susu ibu tidak terasa nyeri
8)
Telinga dengan lengan bayi berada pada satu garis
9)
Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri, dan di
gendong
f.
Hal-hal yang perlu diingat
1)
Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara
bergantian
2)
Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih/teh
3)
Selama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada
bayi
4)
Bayi yang sehat dapat mengkosongkan payudara sekitar
5-7 menit
5)
ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam 2 jam
sehingga bayi menjadi lapar
6)
Pada awalnya bayi menyusui dengan jadwal yang tidak
teratur dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
5.
Keterampilan
Produksi ASI
Persiapan memberikan
ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada kehamilan, payudara semakin
padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara
yang dirasakan tegang dan sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan,
perkembangan dan persiapan ASI makin tampak payudara semakin besar, puting susu
semakin menonjol, pembuluh darah semakin tampak dan aerola mammae menghitam.
Keterampilan produksi ASI :
a)
Menyusui sesering mungkin
b)
Motivasi yang kuat untuk menyusui bayi
c)
Membersihkan putting susu dengan air atau minyak,
sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.
d)
Penggunaan BH yang terlalu sempit akan mempengaruhi
produksi ASI.
e)
Setelah proses melahirkan, bayi langsung diperkenalkan
dengan payudara.
f)
Putting susu ditarik setiap mandi, sehingga menonjol
untuk dapat memakai pompa susu
g)
Bila putting susu belum menonjol dapat memakai pompa
susu.
Selain itu
agar proses menyusui dapat berjalan lancar, maka seorang ibu harus mempunyai
keterampilan menyusuui agar ASI dapat mengalir dari payudara inu ke bayi secara
efektif. Keterampilan menyusui yang baik meliputi menyusui dan perlekatan bayu
pada payudara yang tepat.
Posisi menyusui harus senyaman
mungkin, dapat dengan posisi berbaring atau duduk. Posisi yang kurang tepat
akan menghasilkan perlekatan yang tidak baik. Posisi dasar menyusui terdiri
dari posisi badan ibu, posisi badan bayi, serta posisi mulut bayi dan payudara
ibu (perlekatan/ attachment). Posisi badan ibu saat menyusui dapat posisi
duduk, posisi tidur terlentang, atau posisi tidur miring.
6.
Kebersihan
Menyusui
a)
Kebersihan diri atau personal hygiene
Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi
dan meningkatkan perasaan nyaman pada ibu. Anjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti
pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal. Ibu harus
tetap bersih, segar dan wangi.
b)
Kebersihan Payudara
Bagi ibu yang menyusui bayinya perawatan putting susu
merupakan suatu hal yang sangat penting. Payudara harus dibersihkan dengan
teliti setiap hari selama mandi dan sekali lagi ketika hendak menyusui. Hal ini
kan mengangkat kolostrum yang kering atau sisa susu untuk mencegah akumulasi
dan masuknya bakteri baik ke putting maupun ke mulut bayi. Salep atau krim
khusus dapat digunakan untuk mencegah pecah-pecah pada putting. Apabila puting
susu lecet, oleskan kolostrum atau ASI yang keluar pada sekitar putting setiap
kali selesai menyusui. Apabila lecet sangat berat, istrirahatkan selama 24 jam
dan ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan sendok.
DAFTAR
PUSTAKA
Perkumpulan Perinatologi Indonesia.
2009. Manajemen Laktasi. Jakarta
Http://karmiela77.blogspot.co.id/2012/12/perawatan-ibu-nifas-postpartum.html
Komentar
Posting Komentar