Aku bukan tempat persinggahanmu.


Congratulations, selamat kau telah memilihnya untuk mendampingi hidupmu. Aku tahu bahwa aku menginginkanmu. Tapi ku mohon jangan datang lagi padaku. Aku takut, aku takut tidak bisa mengontrol diri ini. Aku takut aku tidak bisa menempatkan hati ini ditempat nya. Berbahagialah kau dengan nya. Dia yang sudah kau pilih. Jangan sakiti dia, cukup aku yang merasakan sakit ini sekalipun kau tak sadar bahwa kau telah lukai hati ini.

Kau jadikan aku tempat singgah hanya disaat kamu merasakan kesepian. Bukannya ku tak ikhlas, tapi apakah kau tak sadar apa yang sudah kau lakukan itu? Tanpa kau sadari kau seakan-akan mengiris hati ini perlahan-lahan. Cara mainmu sungguh menarik perhatian. Hingga aku tak sadar bahwa diri ini sudah kau lukai dengan sangat dalam. Entah dimana otakku yang tanpa sadar selalu menerimamu itu?

Sudah berkali-kali akan tetapi aku selalu terjebak oleh rayuan busukmu. Maaf, karena memang sungguh busuk rayuan itu. Ku mohon pergilah dengan tenang, aku tak mau hidupku hanya dihabiskan untuk memikirkan, memikirkan dan selalu memikirkan bagaimana caranya untuk membersihkan bayanganmu dari benakku.

Aku tak mau terus berlarut-larut dalam kesedihan yang tidak hakiki. Ku mohon, rayuan busukmu cukup hanya aku yang mendapatkannya dan jangan kau bagi pada wanita yang lain. Karena sungguh ini sangat menyakitkan. Sesungguhnya hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan yang berkepanjangan. Aku mulai belajar menerima diri, bahwa aku memang bukanlah orang yang kamu inginkan. Suatu saat nanti kamu akan sadar, bahwa kamu sudah kulupakan dan bukan orang yang penting yang aku inginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transcultural Nursing

SAP Manajemen Laktasi

Bakteriologi Enterobacteriaceae (Escherichia Coli, Salmonella, Shigella)